Kartu Commet Belum atau Sudah Efektif ??

Kartu Commet Belum atau Sudah Efektif ??

Sudah sebulan lebih PT KAI melalui PT KCJ menerapkan pelayanan e-ticketing melalui program kartu "Commet". Namun bukan kauntunganlah yang didapat para pelanggan melainkan kerugian yang diperoleh. Keluhan demi keluhan dilontarkan, salah seorang pengguna kartu commet yang berhasil saya wawancarai sebut saja pak Gandi, mengaku sangat kecewa, "Padahal baru isi beberapa hari lalu tapi sudah habis kata petugas portir dan diharuskan mengisi lagi padahalkan belum sebulan terpakai.
Lebih baik seperti dulu saja pakai KTB (Kartu Trayek Bulanan)." Sangat disayangkan memang, PT KCJ mematok tarif yang sama dengan KTB dan akan berkurang nominalnya jika kartu Commet dilakukan pemeriksaan, tuturnya lagi.
Sampai saat ini pun saya juga masih bingung dengan kartu Commuter Electronic Ticket atau Commet ini. Dari beberapa media yang saya baca Kartu Commet memiliki masa aktif selama 30 Hari, namun dari narasumber yang mempergunakan kartu Commet nominalnya akan terpotong jika dilakukan pemeriksaan oleh petugas portir. Kalau memang nominalnya terpotong berarti belum genap sebulan saldo Commet akan habis jika rutin dipakai. Nah kasus seperti inilah yang sering dikeluhkan para pelanggannya.
Sebagai contoh saya ambil sample harga top up Commet yang Rp 280.000,- kalau saya hitung berarti nominal Commet akan habis setelah 40 kali pemakaian jika PT KCJ mematok tarif Rp 7000,- setiap kali perjalanan. 280.000 : 7000 = 40. Dengan demikian para pelanggan hanya dapat menikmati Commet selama 20 hari saja dengan asumsi satu hari melakukan 2 kali perjalanan (pergi dan pulang kantor).
Kalau memang benar kenyataannya seperti ini, berarti penerapan e-ticketing ini belum seutuhnya efektif. Perlu diadakan pembenahan lagi oleh PT KAI maupun PT KCJ agar pelayanan ini berangsur membaik dan efektif.

Jika ada kesalahan dalam artikel ini, mohon koreksi dan komentarnya dari kawan-kawan yang membaca aritkel saya ini. Terima Kasih.

Bagikan Artikel ini ke:

Baca ini Juga:

Komentar Disqus