Kisah Kereta Tua yang Lelah

Kisah Kereta Tua yang Lelah

Hari yang melelahkan bagi gue pada Jum’at 20 April 2012. Bagaimana tidak, KRL ekonomi yang gue naiki mengalami PLH. Jadi begini ceritanya, ehm..
Pada jam 7 malam gue udah berada distasiun Pasar Minggu untuk pulang ke Citayam, kemudian naik kereta ekonomi sekitar setengah jam kemudian. Awalnya sih lancar saja KRL Ekonomi berjalan, namun ketika KRL tiba di Stasiun Tanjung Barat, KRL mengalami kendala yaitu menunggu sinyal merah menjadi hijau yang terlalu lama. Satu per satu penumpang pun keluar dari KRL karena kepanasan, yah wajarlah kondisi KRL yang  ‘overload’ dan tanpa pendingin udara membuat penumpang menjadi kepanasan.
Setelah 20 menit menunggu sinyal, akhirnya KRL pun jalan kembali dengan sinyal darurat. “Jalur 2 KRL Ekonomi berjalan dengan sinyal darurat, silakan dilalui” kata anouncer. KRLpun jalan dengan kecepatan kurang lebih 45 km/jam (maklum sinyal darurat). Setelah sampai di Sinyal masuk Lenteng Agung tepatnya di Pintu Perlintasan Kampus IISIP, KRLpun berhenti kembali menanti sinyal hijau, disini KRL berhenti kurang lebih 25 menit, dan akhirnya jalan kembali untuk berhenti di stasiun Lenteng Agung.
Gue dan para penumpang lainnya pun resah dan mulai mencari informasi, ada apa gerangan?
Dan akhirnya informasi itupun dapat, yaitu ada KRL ekonomi didepan gue yang ‘mogok’, hahahaa.. Terang saja KRL yang gue naiki jadi BLB (Berhenti Luar Biasa) melulu, udah mogok dipaksa jalan pula ya begitulah akhirnya. Kemudian KRL yang mogok itupun terus dipaksa jalan hingga Stasiun UI, sudah muatan overload KRL mogok itupun dipaksa jalan dan akhirnya bertambah lambat jalannya deh.
Akhirnya KRL mogok itu BLB di stasiun UI, fiuhh.. walhasil KRL yang gue naiki jadi berhenti lagi deh di sinyal masuk UI tepat dibelakang KRL yang mogok itu. setelah 35 menit berhenti akhirnya, masinis yang mengendarai KRL gue, mendapat instruksi untuk mendorongnya. Hahahaa.. Kereta tua mendorong kereta tua.
Hore.. kereta yg gw tumpangi jd 16 Gerbong.. LoL status gw di twitter
Kereta pun berjalan lambat, terlebih KRL menjadi 16 gerbong dan harus berhenti secara bergantian di stasiun Pondok Cina dan Depok. 8 Gerbong pertama masuk stasiun, setelah selesai naik turun penumpang kemudian 8 gerbong yang kedua gantian giliran naik turun penumpang.
Lelahnya KRL-ku harus menanggung beban ratusan ton pada malam itu, bayangkan KRL berjalan 16 gerbong dan full penumpang, capeknya.
Waktu pun berlalu diiringi dengan berlalunya KRL yang saling berpegangan erat untuk mencapai stasiun Depok, dan tibalah. Masuk dijalur 3 KRL mogok itu akhirnya melepas lelah setelah memikul ribuan orang. KRL yang gue naiki melepaskan pegangannya lalu kemudian langsir dan masuk dijalur 4. Senang rasanya KRL tua mampu mendorong kawannya, bukti kesetiakawanan yang indah.
Oh, my god. Kesengsaraan pun datang lagi, ribuan orang yang menaiki KRL mogok transit ke KRL gue. Huaaa, badan gue kejepit.. setelah berhasil penumpang merapat, akhirnya anouncer menyilakan KRL jalan “dari jalur 4 KRL tujuan Bogor silakan berangkat”. ‘hoshh’, KRL menghela nafas tanda masinis merilis rem, tak lupa semboyan 35 diperdengarkan. Kretekk..!, kereta berjalan perlahan dan Tarrrr..!! Suara Pantograph bergesekan dan mengeluarkan kilatan cahaya sehingga menyebabkan KRL berhenti dan lampu-lampu didalam KRL padam. Spontan penumpang pun menjadi panik. “wah api.. api..” kata seorang penumpang wanita panik, “bukan itu cuma kilatan cahaya aja” kata bapak berkumis menenangkan.
Setelah sekiranya normal dan listrik didalam KRL menyala lagi, masinis mencoba menjalankan lagi dan Tarrrr.. pantograph menyala lagi, listrik KRL pun padam, penumpang semakin panik, ocehan-ocehan pun terlontarkan dari para penumpang. “Walah, malah pantograph yang bermasalah tepat digerbong gue lagi, kalo ada explode bisa gerbong gue duluan dah” gumam gue. Kejadian ini berulang hingga 4 kali.
“KP Masinis jalur 4 dimohon menghadap ruang KS” kata anouncer. Dan akhirnya KRL gue dinyatakan resmi oleh anouncer “Kami mohon maaf, KRL dijalur 4 perjalanan dibatalkan, berhubung mengalami gangguan pada pantograph”.. Oalah udah dorong KRL mogok akhirnya ikutan mogok pula, akhirnya gue update status lagi deh “Akhirnya keretaku ikutan PLH di Depok #latah” di twitter.
Para penumpang pun bersorak-sorak gembira eh kecewa deh, hehee..
Dan akhirnya para penumpang pun turun dari KRL. berhubung jalur 3 dan 4 ada KRL mogok, jadi harus pindah jalur ke jalur 2, fiuhh.. lelah cuy pindah jalur.
Menunggu dan menunggu kedatangan KRL tujuan Bogor tak peduli itu ekonomi atau CommuterLine para penumpang tetap naik, kali ini penumpang yang transit dan naik KRL CommuterLine bukan tanpa alasan, melainkan kata anouncer “Kami himbau untuk para penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan ke Bogor, silakan menaiki KRL dijalur 2″, Mungkin ini adalah tanda permohonan maaf dengan mengizinkan penumpang bertiket ekonomi menaiki CommuterLine khusus malam itu.
Malam yang melelahkan, akhirnya gue tiba pukul 22:47 di stasiun Citayam dengan KRL CommuterLine.
Gue harap, semoga kejadian ini tidak terulang lagi dilain hari dan pelayanan dari PT KAI diperbaiki dan ditingkatkan lagi.
Thanx untuk loe yang udah setia baca coretan gue yang terlalu panjang ini.

Bagikan Artikel ini ke:

Baca ini Juga:

Komentar Disqus