Segitiga Kehidupan

Segitiga Kehidupan

Jalan hidup dapat digambarkan dengan segitiga, kenapa segitiga? Berikut saya akan coba jelaskan mengenai segitiga dalam kehidupan.
Jika kita lihat segitiga, maka kita akan melihat bahwa segitiga meruncing pada bagian atasnya dan melebar pada bagian bawahnya. Sebenarnya ini mempunyai makna yang melekat dalam kehidupan manusia.
Coba perhatikan gambar segitiga berikut.
Yang bagian bawah terlihat melebar, tengah mulai agak menyempit dan bagian atasnya menyempit.
Saya akan membahas pada bagian bawahnya terlebih dahulu.
Inilah awal mula manusia lahir, tumbuh menjadi seorang remaja dimana kita bebas melakukan apa saja dalam lingkup yang bebas, bebas berkreasi, bebas melakukan kesalahan, bebas berekspresi, bebas bergaul dan pastinya bebas mencari teman sebanyak-banyaknya. Setiap kejadian bisa kita ulang berulang-ulang kali dengan bebas karena kita masih remaja.

Beranjaklah kita kebagian tengah dari segitiga yang mana mulai menyempit.
Dan inilah manusia beranjak dewasa pada usia produktif (mulai dari usia 35thn), dimana ruang lingkup kita menyempit, kita tidak dapat melakukan sesuatu kemauan dengan bebas, hal yang waktu remaja bisa dilakukan dengan bebas maka pada bagian ini tidak bisa lagi. Teman satu persatu berkurang, mulai sibuk dengan kehidupan masing-masing. Setiap kejadian tidak bisa kita ulang berulang-ulang kali karena hanya membuang waktu saja, teman hidup kita hanya keluarga dan rekan kerja yang terbatas.

Tibalah dipuncak dari segitiga yang mana ruang lingkupnya menjadi makin sempit, inilah dimana  manusia menapaki usia tua.
Disinilah masa pembenahan dan perenungan diri. Kita tidak sebebas waktu usia masih remaja atau dewasa. Teman makin berkurang bahkan anak-anak kita sudah menjalani hidupnya sendiri. lalu apa yang bisa dilakukan dengan bebas? yaitu hanya bisa mengingat kembali masa-masa remaja dahulu.

Nah sobat beginilah segitiga kehidupan yang akan dijajaki setiap manusia untuk mencapai puncak, berbeda dengan roda kehidupan yang selalu membawa kita berputar-putar didalamnya.

Bagikan Artikel ini ke:

Baca ini Juga:

Komentar Disqus